Yogyakarta merupakan salah satu destinasi #wisata
yang cukup terkenal di Indonesia. Tak hanya wisatawan dalam negeri,
bahkan sudah menjadi salah satu tujuan wisatawan asing untuk agenda
kunjungan wisata ke Indonesia. Kekayaan wisata budaya maupun wisata
sejarah dan alam menjadikan Yogyakarta magnet wisata yang cukup menarik.
Hal ini bisa dilihat dari padatnya Jogja ketika akhir pekan maupun
musim libur panjang akibat serbuan wisatawan dari berbagai daerah. Lalu
tempat wisata apa sajakah yang menjadi destinasi favorit para pelancong
tersebut? Berikut 7 tempat wisata paling populer yang ada di Jogja:
1. Malioboro
Malioboro adalah nama salah satu jalan dari tiga jalan di Kota
Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan
Kantor Pos Yogyakarta. Secara keseluruhan terdiri dari Jalan Pangeran
Mangkubumi, Jalan Malioboro dan Jalan Jend. A. Yani. Jalan ini merupakan
poros Garis Imajiner Kraton Yogyakarta.
Terdapat beberapa obyek bersejarah di kawasan tiga jalan ini antara lain
Tugu Yogyakarta, Stasiun Tugu, Gedung Agung, Pasar Beringharjo, Benteng
Vredeburg dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret.
Jalan Malioboro sangat terkenal dengan para pedagang kaki lima yang
menjajakan kerajinan khas jogja dan warung-warung lesehan di malam hari
yang menjual makanan gudeg khas jogja serta terkenal sebagai tempat
berkumpulnya para Seniman-seniman-seniman yang sering mengekpresikan
kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis, hapening art, pantomim
dan lain-lain disepanjang jalan ini.
2. Keraton Yogyakarta
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta merupakan
istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang kini berlokasi di
Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Walaupun
kesultanan tersebut secara resmi telah menjadi bagian Republik Indonesia
pada tahun 1950, kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai
tempat tinggal sultan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan
tradisi kesultanan hingga saat ini. Keraton ini kini juga merupakan
salah satu objek wisata di Kota Yogyakarta. Sebagian kompleks keraton
merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kesultanan,
termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka
keraton, dan gamelan. Dari segi bangunannya, keraton ini merupakan salah
satu contoh arsitektur istana Jawa yang terbaik, memiliki
balairung-balairung mewah dan lapangan serta paviliun yang luas.
3. Taman Sari
Taman Sari Yogyakarta atau Taman Sari Keraton Yogyakarta adalah situs
bekas taman atau kebun istana Keraton Yogyakarta, yang dapat
dibandingkan dengan Kebun Raya Bogor sebagai kebun Istana Bogor. Kebun
ini dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I (HB I) pada tahun
1758-1765/9. Awalnya, taman yang mendapat sebutan "The Fragrant Garden"
ini memiliki luas lebih dari 10 hektare dengan sekitar 57 bangunan baik
berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun
danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air. Kebun yang
digunakan secara efektif antara 1765-1812 ini pada mulanya membentang
dari barat daya kompleks Kedhaton sampai tenggara kompleks Magangan.
Namun saat ini, sisa-sisa bagian Taman Sari yang dapat dilihat hanyalah
yang berada di barat daya kompleks Kedhaton saja.
Konon, Taman Sari dibangun di bekas keraton lama, Pesanggrahan
Garjitawati, yang didirikan oleh Susuhunan Paku Buwono II sebagai tempat
istirahat kereta kuda yang akan pergi ke Imogiri. Sebagai pimpinan
proyek pembangunan Taman Sari ditunjuklah Tumenggung Mangundipuro.
Seluruh biaya pembangunan ditanggung oleh Bupati Madiun, Tumenggung
Prawirosentiko, besrta seluruh rakyatnya. Oleh karena itu daerah Madiun
dibebaskan dari pungutan pajak. Di tengah pembangunan pimpinan proyek
diambil alih oleh Pangeran Notokusumo, setelah Mangundipuro mengundurkan
diri. Walaupun secara resmi sebagai kebun kerajaan, namun bebrapa
bangunan yang ada mengindikasikan Taman Sari berfungsi sebagai benteng
pertahanan terakhir jika istana diserang oleh musuh. Konon salah seorang
arsitek kebun kerajaan ini adalah seorang Portugis yang lebih dikenal
dengan Demang Tegis.
Kompleks Taman Sari setidaknya dapat dibagi menjadi 4 bagian. Bagian
pertama adalah danau buatan yang terletak di sebelah barat. Bagian
selanjutnya adalah bangunan yang berada di sebelah selatan danau buatan
antara lain Pemandian Umbul Binangun. Bagian ketiga adalah Pasarean
Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang terletak di selatan bagian kedua.
Bagian terakhir adalah bagian sebelah timur bagian pertama dan kedua dan
meluas ke arah timur sampai tenggara kompleks Magangan.
4. Candi Prambanan
Candi Prambanan atau Candi Rara Jonggrang adalah kompleks candi Hindu
terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini
dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma
sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai
dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi
ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna 'Rumah Siwa'), dan
memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa
Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa
Siwa lebih diutamakan.
Candi ini terletak di desa Prambanan, pulau Jawa, kurang lebih 20
kilometer timur Yogyakarta, 40 kilometer barat Surakarta dan 120
kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa
Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.[1] Candi Rara Jonggrang terletak
di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan
Klaten.
Candi ini adalah termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu
terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia
Tenggara. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai
dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi
utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks
gugusan candi-candi yang lebih kecil.[2] Sebagai salah satu candi
termegah di Asia Tenggara, candi Prambanan menjadi daya tarik kunjungan
wisatawan dari seluruh dunia.[3]
Menurut prasasti Siwagrha, candi ini mulai dibangun pada sekitar tahun
850 masehi oleh Rakai Pikatan, dan terus dikembangkan dan diperluas oleh
Balitung Maha Sambu, di masa kerajaan Medang Mataram.
5. Pantai Parangtritis
Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di Yogyakarta
selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup, Krakal dan
Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat
pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya
gunung-gunung pasir di sekitar pantai, yang biasa disebut gumuk. Objek
wisata ini sudah dikelola oleh pihak Pemkab Bantul dengan cukup baik,
mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir
khas Parangtritis.
Di Parangtritis ada juga ATV, kereta kuda & kuda yang dapat disewa
untuk menyusuri pantai dari timur ke barat. Selain itu Parangtritis juga
merupakan tempat untuk olahraga udara/aeromodeling.
6. Tugu Yogyakarta
Ada banyak mahasiswa perantau yang melampiaskan kegembiraan lulus kuliah dengan memeluk atau mencium Tugu Jogja.
Tugu yang telah berusia hampir 3 abad tersebut berdiri di tengah-tengah
perempatan ramai Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan Jenderal Soedirman,
Jalan AM Sangaji, dan Jalan Diponegoro.
7. Alun-alun Kidul
Alun-Alun Kidul, atau biasa disingkat Alkid, adalah kawasan di
belakang komplek keraton yang ditumbuhi dua beringin besar. Tidak jauh
dari sentra gudeg di Wijilan. Masyarakat setempat meyakini tempat ini
sebagai tempat peristirahatan para dewa.
Mulai pukul 17.00, suasana di Alun-Alun Kidul mulai ramai oleh
pedagang makanan dan minuman. Beberapa jajanan tradisional yang dapat
ditemukan di tempat ini antara lain wedang ronde, bajigur, jagung bakar,
dan roti bakar.
Dan, yang paling terkenal dari tempat ini adalah masangin. Masangin
adalah berjalan melewati celah antara dua pohon beringin besar dengan
mata tertutup. Konon, apabila Anda mampu melewati celah tersebut tanpa
menabrak atau berjalan serong maka Anda akan mendapat berkah besar.
Sebaliknya, jika Anda mencoba mengintip maka Anda akan masuk ke dunia
lain dan sulit kembali ke alam nyata. Banyak wisatawan tertarik mencoba masangin di tempat ini, itu sebabnya tersedia tempat penyewaan kain hitam penutup mata.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar